Wanita Paling Tegar

Wanita yang paling tegar. Kenapa saya saya pakai judul itu? Kebanyakan pasti memilih ‘Ibu terbaik di dunia’ sebagai cara mereka memandang ibu mereka. Buat saya ibu saya mungkin bukan yang terbaik di antara ibu-ibu lainnya, yaa.. karena tentu saja tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, setiap Ibu pasti mempunyai kekurangan masing-masing. Lagipula pernyataan ‘Ibu terbaik di dunia’ pastilah subyektif dari sudut pandang anaknya. Kenapa lalu saya menggunakan terminologi ‘wanita yang paling tegar’ baiklah saya akan bercerita sedikit di bawah ini.

Suatu ketika di akhir tahun lalu ketika cobaan demi cobaan mulai berdatangan ke keluarga saya, secara perlahan saya mulai memahamai bahwa ibu saya adalah wanita yang sangat kuat dalam menghadapi cobaan. Dari semua cobaan-cobaan yang ada hanya pada periode sakitnya Ayah karena terserang stroke, saya benar-benar ada di samping Ibu untuk menyemangatinya yang terus bersedih, karena saya tinggal di daerah yang berbeda. Pada masa-masa itulah saya baru menyadari bahwa Ibu saya adalah Ibu paling tegar, atau bahkan wanita paling tegar. Itulah adalah masa-masa dimana hampir 24 jam saya melihat ibu menangis, terbangun dalam keadaan gemetar, berdoa berjam-jam supaya kondisi Ayah membaik dan cobaan-cobaan cepat berlalu.

Masa-masa itu adalah periode terdekat saya dengan Ibu, masa ketika saya mulai paham bahwa bukan hanya teman atau pacar saja yang butuh curhat dengan kita, tapi juga Ibu kita. Saya mencoba mendengar curhatan dan tangisan Ibu saya dan memeluknya. Yang saya kagumi sampai sekarang adalah Ibu selalu terlihat biasa-biasa saja di hadapan orang lain, di hadapan teman-temannya, orang tuanya, adik-adiknya, bahkan di hadapan anaknya yang lain. Ibu selalu berusaha selalu terlihat tegar di depan mereka seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Tetapi ketika datang sedihnya Ibu memanggil saya lalu bercerita dan menangis di pelukan saya.

Itu sedikit cerita tentang Ibu saya yang buat saya adalah wanita terkuat dengan segala kekurangannya. Sampai sekarangpun cobaan keluarga kami masih datang silih berganti termasuk dengan jatuh sakitnya Kakek dan nenekku dari pihak Ibu. Tetapi satu hal yang saya pelajari dari Ibu yaitu untuk selalu bersikap ikhlas, sabar, dan selalu berdoa dan meminta hanya kepada Allah ketika kita menghadapi cobaan. Dengan begitu cobaan seberat apapun akan terasa ringan kita hadapi.

Tetap tegar ma, langit selalu menjadi lebih gelap sebelum datangnya cahaya fajar…

One thought on “Wanita Paling Tegar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s